Kamis, 26 April 2012

pengenalan alat-alat laboratorium praktikum satuan operasi 1


LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM SATUAN OPERASI
PENGENALAN ALAT






 














Oleh
Imfrantoni Purba
05111003014
Kelompok III







TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2012
I.    PENDAHULUAN
1)      Latar Belakang
        Dalam melaksanakan praktikum, biasanya para praktikan akan melakukan perhitungan dan pengukuran. Dalam hal ini, maka ketelitian praktikan adalah hal yang penting, yang dapat menentukan hasil akhir dari praktikum. Hal pertama yang harus diperhatikan agar dapat meningkatkan ketelitian adalah kita harus memperhatikan alat yang kita gunakan. Karena alat-alat tersebut memiliki skala yang berbeda-beda, dan tentu saja memiliki tingkat ketelitian yang berbeda pula. Semakin kecil skala alat tersebut maka akan semakin besar tingkat ketelitiaannya. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara kita membaca skala itu sendiri. (Koesmadji. 2008)
        Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah kebersihan dari alat yang akan  digunakan. Kebersihan  dari  alat  dapat  mempengaruhi  hasil   praktikum. Apabila alat yang akan digunakan tersebut tidak bersih, maka akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Contohnya jika pada alat-alat tersebut masih tersisa zat-zat kimia, maka zat tersebut dapat saja bereaksi dengan zat yang kita gunakan sesudahnya dan dapat mengakibatkan kegagalan dalam praktikum.(Ginting,2011)
        Alasan-alasan di atas, mengajarkan kita bahwa pengenalan alat sangatlah penting dan utama disampaikan pada awal praktikum, selanjutnya kita harus tahu dulu nama, fungsi dan prosedur penggunaan alat-alat yang ada dilaboratorium agar diharapkan para praktikan dapat menggunakan alat sesuai dengan fungsinya dan sesuai dengan petunjuk agar memperoleh hasil praktikum yang baik, cepat dan efisien. Pekerjaan dalam laboratorium sering menggunakan alat-alat, contoh alat-alat tersebut antara lain: gelas beker, gelas ukur, pipet tetes, pipet ukur, pipet volume, tabung reaksi, labu ukur, buret, erlenmeyer, ball pipet, dan lain-lain. Penggunaan dari alat-alat tersebut sangat penting untuk diketahui para praktikan agar pekerjaan dalam laboratorium dapat berjalan dengan baik. Kesalahan dalam penggunaan alat-alat ini dapat mempengaruhi hasil dari praktikum. Oleh karena itu dalam percobaan ini diberikan beberapa pengetahuan dan latihan tentang penggunaan dan fungsinya. Sering kali di dalam laboratorium terjadi kesalahan dalam melakukan percobaan di karenakan para praktikan tidak mengetahui cara dan fungsi dari alat-alat laboratorium. Sebagian besar alat tersebut merupakan alat-alat yang terbuat dari gelas, sehingga memerlukan kehati-hatian dalam menggunakannya. Apabila terjadi kesalahan dalam menggunakan alat-alat tersebut, maka akan mengakibatkan hal yang fatal. Selain terganggunya praktikum, harga dari alat-alat  tersebut juga relatif mahal. Oleh karena itu para praktikan dituntut agar serius dalam praktik agar tidak terjadi kerusakan alat. (Achmad, 2008)
        Kesalahan dalam penggunaan alat dan bahan dapat menimbulkan hasil yang didapat tidak akurat dalam hal ilmu statistika kesalahan seperti ini digolongkan dalaam galat pasti. Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum dilaboratorium kimia. Bukan hal yang mustahil apabila terjadi kecelakaan dalam laboratorium karena kesalahan dalam pemakaian atau penggunaan alat-alat dan bahan yang digunakan dalam melakukan suatu praktikum yang berhubungan  dengan bahan kimia yang berbahaya. Disamping itu, pemilihan jenis alat yang akan digunakan dalam penelitian disesuaikan dengan tujuan penelitian. Agar penelitian berjalan lancar.(Khasani, 2009)


B. Tujuan
Agar praktikan dapat mengetahui fungsi dan prosedur penggunaan alat-alat yang digunakan dalam laboratorium khususnya pada praktikum satuan Operasi.











II.                TINJAUAN PUSTAKA
Eksperimen dan praktek laboratorium merupakan bagian dari pengajaran sains ini. Bekerja di laboratorium sains adalah suatu hal yang melibatkan benda nyata dan juga mengamati perubahan yang diamati. Ketika sains bergerak melampaui dunia pengalaman menuju generalisasi yang lebih abstrak yang memungkinkan penjelasan dan peramalan, pengalaman secara dekat adalah titik awal untuk generalisasi ilmiah dan pembuatan teori. Sehingga praktik laboratorium dan eksperimen merupakan bagian yang esensial dalam pengajaran sains sebagai produk ini (Wahyudi, 2011).
Pengajaran metode sains melalui metode praktik laboratorium dapat berperan sebagai: 1) Untuk memberikan realitas yang lebih nyata dan tiga dimensi daripada sekedar penjelasan tertulis., 2) Persamaan matematik atau diagram seperti yang ada di buku teks, 3) Untuk memberikan bayangan realitas yang memang butuh penjelasan untuk melatih penggunaan alat-alat laboratorium beserta teknik-teknik penggunaannya, 4) Untuk menguji atau mengkonfirmasi perkiraan-perkiraan teori-teori ilmiah. Pengajaran sains buku teks memerlukan berbagai pendekatan praktek yang beragam dan cocok dalam pemakaian metode praktek laboratorium. Karena sebelum memulai melakukan praktik di laboratorium, praktikan harus mengenal dan memahami cara penggunaan semua peralatan dasar yang biasa digunakan dalam laboratorium kimia serta menerapkan dilaboratorium (Wahyudi, 2011).
            Suatu laboratorium harus merupakan tempat yang aman bagi para pekerja atau pemakainya yaitu para praktikan, aman terhadap setiap kemungkinan kecelakaan fatal maupun sakit ataupun gangguan kesehatan lainnya. Hanya di dalam laboratorium yang aman, bebas, dari rasa khawatir akan kecelakaan dan keracunan, seseorang dapat bekerja dengan aman, produktif, dan efisien. Kecelakaan yang terjadi di suatu laboratorium merupakan tanggung  jawab moral dalam keselamatan kerja (Khasani, 2009).
            Praktikum Satuan operasi biasanya dilakukan didalam laboratorium kimia dengan menggunakan peralatan bahan-bahan kimia. Agar pekerjaan didalam laboratorium dapat berjalan dengan baik kita harus mengetahui terlebih dahulu fungsi, dan prosedur penggunaannya. Kesalahan dalam penggunaan alat-alat ini dapat dikurangi  dengan melakukan beberapa latihan tentang penggunaan alat-alat tersebut. Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer,hygrometer dan spektrofotometer,dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan “graph” seperti thermograph,barograph ( Sasmita, 2006 ).
            Keadaan yang aman dalam suatu laboratorium dapat kita ciptakan apabila ada kemauan dari para pekerja, pengguna, dan kelompok pekerja laboratorium untuk menjaga dan melindungi diri, diperlukan kesadaran bahwa kecelakaan yang terjadi dapat berakibat pada dirinya sendiri ataupun orang lain disekitarnya. Tujuan dari praktikum pengenalan alat ini adalah untuk mengenal beberapa macam alat gelas yang sering digunakan dalam laboratorium dan penggunaannya. Berbagai kegiatan ilmiah seperti riset ilmiah, praktikum, dan lainnya dilakukan di dalam laboratorium secara terkendali. Praktikum adalah subsistem dari perkuliahan yang merupakan kegiatan terstruktur dan terjadwal yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan nyata Pekerjaan dalam laboratorium sering menggunakan beberapa alat gelas, penggunaan alat ini dengan tepat penting untuk diketahui agar pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan baik. Keadaan yang aman dalam suatu laboratorium dapat kita ciptakan apabila ada kemauan dari para pekerja, pengguna, dan kelompok pekerja laboratorium untuk menjaga dan melindungi diri, diperlukan kesadaran bahwa kecelakaan yang terjadi dapat berakibat pada dirinya sendiri ataupun orang lain disekitarnya. Tujuan dari praktikum pengenalan alat ini adalah untuk mengenal beberapa macam alat gelas yang sering digunakan dalam laboratorium dan penggunaannya ( Ginting, 2011 ).





III.             METODE PRAKTIKUM
A.        Waktu dan Tempat
            Praktikum pengenalan alat terlaksana pada hari Selasa, tanggal 21 Februari 2012 dimulai pada pukul 13.00 sampai dengan 14.40, di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya.

B.         Alat dan Bahan
Alat-alat  yang  digunakan   antara lain sebagai berikut ; 1) ball pipet, 2) beaker glass, 3) cawan almunium, 4) cawan petri, 5) cawan porselin,  6) elenmeyer, 7) hot plate 8) gelas ukur,  9) kertas saring 10) kondensor, 11) labu kedjal, 12) labu ukur, 13) mortal, 14) pipet gondok, 15) pipet tetes, 16) pipet ukur, 17) soxhlet, 18) spatula besi, 19) spatula kaca, 20) tabung reaksi, 21) termometer, 22) viskotester


C.        Cara Kerja
            Cara kerja yang harus dilakukan pada praktikum pengenalan alat ini adalah  dengan cara:
1. Alat-alat terlebih dahulu dipersiapkan
2. Kemudian alat-alat yang telah dipersiapkan diterangkan oleh asisten, tentang nama alat, fungsi dan cara penggunaannya. Sehingga tidak terjadi kesalahan pada praktikum selanjutnya, apabila alat-alat tersebut digunakan praktikan pada praktikum selanjutnya.
3. Hasil yang dijelaskan Asisten dicatat dan dipelajari para praktikan



IV.             HASIL DAN PEMBAHASAN
B.     Hasil
Beberapa alat yang sering digunakan untuk melakukan praktikum di dalam laboratorium adalah sebagai berikut :
No
Nama Alat
Fungsi
Cara kerja
Gambar
1
Ball pipet
alat untuk memipet larutan pada pipet ukur dan pipet gondok
huruf  S untuk mengempeskan, huruf A untuk menyerap larutan dan huruf E untuk mengeluarkan larutan dari pipet ukur
2
Beaker gelas
Alat untuk menampung sementara zat, mereaksikan zat
Masukkan larutan  yang  diinginkan  kedalam  beker gelas yang telah dibersihkan
3
cawan almunium
Untuk mengukur kadar air suatu produk pangan.
Masukan bahan yang akan di ukur kadar airnya kedalam cawan almunium.
cawan alumanium
4
cawan petri
untuk tempat inokulasi mikrobia
masukkan bahan ke dalam cawan petri kemudian tutup serta                         letakkan terbalik
5
cawan porselin
mengukur kadar abu suatu produk pangan
masukkan sampel produk ke cawan keramik, masukkan ke dalam cawan porselin, hidupkan dengan keadaan sekitar > 1000
cawan porselin
6
elenmeyer
untuk tempat analit dalam titrasi larutan
erlenmeyer diisi dengan analit lalu diletakkan di bawah buret kemudian sambil digoyang-goyangkan sehingga dicapai titik    equivalent yang diinginkan
ERLENMEY
7
hot plate
Untuk memanaskan larutan. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar.
Larutan di dalam tabung dinaikkan ke atas hot plate
clip_image072
8
gelas ukur
mengukur larutan dalam skala tertentu
masukkan larutan kedalam gelas ukur yang telah dibersihkan lalu ambil larutan sesuai dengan ukuran yang diperlukan
9
kertas saring
Untuk menyaring larutan.
Kertas saring ditempelkan pada wadah tempat penyaringan
clip_image047
10
kondensor
untuk analisa lemak dan protein
hubungkan kondensor dengan soxhlet dan labu lemak

11
labu kedjal
Untuk menganalisa protein.

Masukan suatu produk yang akan di analisa proteinnya.
kedhal
12
labu ukur
sebagai tempat pengenceran
masukkan larutan yang akan dicampurkan atau diencerkan kedalam labu ukur kemudian agar homogen perlu di  ”shaker”.
13
mortal
Untuk menghaluskan
Partikel yang kasar.
Masukan partikel tersebut, kemudian tumbuk secara perlahan dikarnakan wadah penampungnya terbuat dari keramik.
clip_image058
14
pipet gondok
Mengambil larutan yang berbahaya

Digunakan dengan cara di pasang Ball pipet di atasnya, yang berfungsi sebagai penyedot larutan.
clip_image023
15
pipet tetes
Mengambil larutan skala kecil


Dengan menyedot larutan
clip_image027
16
pipet ukur
untuk mengambil sejumlah larutan  skala tertentu dengan ketelitian yang lebih.
Di gunakan dengan cara di pasang ball pipet di atasnya, yang berfungsi sebagai penyedot.

17
soxhlet
untuk analisa lemak

soxhlet dihubungkan dengan kondensor dan labu lemak
18
spatula besi
untuk mengambil zat padat dan utuk melakukan
Sendok zat padat yang ingin diambil dengan ujung spatula.
19
spatula kaca
hanya untuk mengaduk.
Aduk larutan dengan ujung spatula
20
tabung reaksi
Untuk mereaksikan dua atau lebih zat.
Zat dimasukkan ke dalam tabung reksi

clip_image029
21
termometer
Untuk mengukur suhu
letakkan thermometer pada benda yang akan diukur  suhunya.


B.    Pembahasan
            Ball pipet digunakan untuk menghisap dan mengeluarkan larutan. Tanda S pada ball pipet digunakan untuk menghisap larutan, dan tanda X digunakan untuk mengeluarkan cairan. Sedangkan tanda A digunakan untuk mengembalikan bentuk tengah ball pipet ke bentuk semula. Cara menggunakan ball pipet, dengan cara menekan tanda-tanda tadi.
            Tabung reaksi digunakan untuk tempat direaksikannya suatu zat kimia jumlah kecil, ukurannya ada yang mempunyai garis tengah 1 cm dan tingginya 4 cm. Kondensor digunakan untuk menganalisa lemak dan protein. Cara kerja kondensor yaitu dihubungkan dengan soxhlet dan labu lemak. Buret terbuat dari gelas yang terdiri dari tabung panjang dan bagian bawahnya ditutup dengan kran yang berfungsi untuk mengatur keluarnya cairan. Alat ini digunakan untuk melakukan titrasi. Termometer mempunyai fungsi untuk mengukur suhu. Cara menggunakanya yaitu letakkan termometer pada suatu benda yang akan diukur  suhunya. Cawan porselin digunakan untuk menganalisa kadar abu suatu produk pangan. Cara menggunakanya yaitu masukkan sampel produk ke cawan keramik, masukkan ke dalam mufle, hidupkan dengan keadaan sekitar > 1000 C. Lihatlah sampel tadi dengan penjepit logam, jika menjadi  abu, angkat dan matikn muflenya.
            Erlenmeyer sebenarnya termasuk dalam labu ukur. Erlenmeyer digunakan sebagai tempat zat yang akan dititrasi. Ukurannya terdiri dari 50 ml hingga 4 liter. Gelas ukur digunakan untuk pengukur atau pengambilan zat cair dengan ketapatan kira-kira. Besarnya antara 10 ml hingga 2 liter. Beaker Glass mempunyai fungsi bukan sebagai alat ukur, walaupun mempunyai ukuran, namun gelas beker atau yang disebut juga dengan beker glass  Digunakan sebagai tempat suatu larutan dan dapat juga untuk digunakan memanaskan atau menguapkan (memekatkan) suatu larutan. Adapun ukuran dari gelas beker yaitu 50 ml hingga 6 liter.
            Labu ukur terdiri dari beberapa jenis, misalnya labu ukur alas datar dan labu ukur alas bulat. Ukuran labu ukur terdiri dari 50 ml hingga 4 liter. Labu ukur digunakan sebagai tempat zat yang dititrasi. Pipet Gondok atau volume. Pipet pemindah volume digunakan untuk memindahkan suatu volume tertentu dari zat cair dengan ketelitian yang lebih besar dibandingkan gelas ukur. Pipet ini mempunyai ukuran 1 ml hingga 25 ml.
            Pipet tetes digunakan untuk memindahkan suatu larutan dengan skala kecil. Pipet tetes tidak memiliki ukuran. Bahannya sangat tipis, sehingga mudah sekali pecah. Piknometer berbentuk seperti erlenmeyer, tetapi bentuknya lebih kecil dan mempunyai tutup. Alat ini digunakan untuk mengukur massa jenis. Spatula terdapat dua jenis, yaitu spatula kaca dan spatula logam, spatula kaca berfungsi untuk mengadu larutan, sedangkan spatula logam berfungsi untuk mengambi llarutan dan mengaduk larutan. Soxhlet berfungsi untuk manganalisa lemak jika digabungkan dengan labu lemak dan kondensor.














V.      KESIMPULAN
     Kesimpulan pada praktikum kali ini adalah :
1.      Jenis alat yang paling sering digunakan didalam laboratorium yaitu bahan gelas.
2.      Didalam laboratorium kita harus memperhatikan hal-hal yang berbahaya.
3.      Setiap alat ukur yang terdapat dilaboratorium memiliki tingkat ketelitian yang berbeda.
4.      Di dalam laboratorium kita harus teliti dalam menggunakan alat-alat yang ada di dalam laboratorium karena alat-alat tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.
5.      Kesalahan praktikan dalam menggunakan alat-alat dapat menghasilkan data yang tidak sesuai.
6.      Penguasaan penggunaan alat dapat mempengaruhi lancar atau tidaknya praktikum

















DAFTAR PUSTAKA
Ginting, Tjumin. 2011. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. LDB UNSRI: Indralaya.
Koesmadji. 2008. Teknik Laboratorium. FMIPA UPI : Bandung
Imamkhasani, Sumanto. 2009. Keselamatan Kerja di Laboratorium. FMIPA IKIP : Bandung.
Achmad, Sadijah. 2008. Manajemen Laboratorium. FMIPA IKIP Bandung.
Sasmita, Djaka. 2006. Hand Out Teknik Laboratorium Kimia Fisika. Fakultas Pasca Sarjana. Universitas Gajah Mada : Yogyakarta.
Wahyudi. 2011. Pengajaran Metode Sains Melalui Metode Praktik Laboratorium. Laboratorium Kimia SMA YPPI

2 komentar:

  1. makasih gan, artikelnya sangat membantu.. ijin CoPas ya buat refrensi tugas nih.. he..

    jangan lupa mampir juga ya di blog ane., http://goresanpenaseru.blogspot.com/

    BalasHapus