Kamis, 25 Oktober 2012

laporan biokim iod dan fermentasi



LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM BIOKIMIA II
KARBOHIDRAT















Oleh :
IMFRANTONI PURBA
05111003014









TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2012
A. PENDAHULUAN
              Menurut sejarah, karbohidrat dianggap sebagai hidrat karbon dikarenakan rumus senyawa komponen ini sangat banyak yaitu Cn(H2O)n. Sehingga, karbohidrat sering didefinisikan sebagai polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton. Dialam karbohidrat dihasilkan dari fotosintesis tanaman hijau. Komponen ini dihasilkan dari mengkonversi H2O dan CO2 dengan bantuan sinar matahari menjadi glukosa dan O2 (Slavin, 2003).
              Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon, hidrogen dan oksigen. Sebagai salah satu jenis zat gizi, fungsi utama karbohidrat adalah penghasil energi di dalam tubuh. Tiap 1 gram karbohidrat yang dikonsumsi akan menghasilkan energi sebesar 4 kkal dan energi hasil proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat ini kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi-fungsinya sepert i bernafas, kontraksi jantung dan otot serta juga untuk menjalankan berbagai aktivitasfisik seperti berolahraga atau bekerja (Setiawan, 2004).
              Contoh dari karbohidrat sederhana adalah monosakarida seperti glukosa, fruktosa & galaktosa atau juga disakarida seperti sukrosa & laktosa. Jenisjenis karbohidrat sederhana ini dapat ditemui terkandung di dalam produk pangan seperti madu, buah-buahan dan susu (Schieberle, 2004)
              Contoh dari karbohidrat kompleks adalah pati (starch), glikogen (simpanan energi di dalam tubuh), selulosa, serat(fiber) atau dalam konsumsi sehari-hari karbohidrat kompleks dapat ditemui terkandung di dalam produk pangan seperti, nasi, kentang, jagung, singkong, ubi, pasta, roti dsb. Polisakarida merupakan senyawa karbohidrat kompleks, dapat mengandung lebih dari 60.000 molekul monosakarida yang tersusun membentuk rantai lurus ataupun bercabang (Handini, 2009).

B. TUJUAN
                   Mengetahui sifat karbohidrat.



C. BAHAN DAN ALAT
1.      Uji Iod
Alat yang digunakan yaitu, 1) pipet tetes, dan 2) tabung reaksi
Bahan yang digunakan yaitu:
a)      Tepung ubi kayu
b)      Tepung ubi gadung
c)      Tepung ganyong
d)     Tepung tapioka
e)      Larutann iod encer
2.      Fermentasi
Alat yang digunakan yaitu, 1)Gelas ukur, 2)Mortar, 3)pipet tetes, 4)Tabung fermentasi dan 5) tabung reaksi
Bahan yang digunakan yaitu:
a)      Glukosa
b)      Fruktosa
c)      Maltosa
d)     Pati
D. CARA KERJA
            Cara kerja yang dilakukan pada praktikum suhu ini adalah sebagai berikut :
1.      Uji Iod
a)      Sedikit tepung bahan percobaan dimasukkan kedalam tabung reaksi
b)      Ditambahkan satu tetes larutan iod encer
c)      Diaduk rata dan diperhatikan warna yang terbentuk
2.      Uji Fermentasi
a)         Dimasukkan 20 ml larutan bahan percobaan dari 2 gr ragi roti ke dalam mortar
b)        Dilakukan penggerusan kedua bahan sampai terbentuk suspensi yang homogen
c)         Suspensi tersebut dimasukkan kedalam tabung fermentasi sampai bagian kaki tertutup terisi penuh oleh cairan
d)        Diperam pada suhu 36 0 C dan diperiksa setiap selang 15 menti sebanyak 2 kali pengamatan
e)         Tinggi gelembung diukur dan dicatat
f)         Setiap bahan dilakukan percobaan seperti di atas
E. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Uji Iod
Hasil
Tepung ubi kayu
Ungu perak
Tepung gadung
Ungu
Tepung ganyong
Ungu
Tepung tapioka
Ungu muda

Uji Fermentasi
 Tinggi
Gelembung

15 menit pertama
15 menit kedua
Glukosa
10,3 cm
13 cm
Fruktosa
5,5 cm
7 cm
Maltosa
4,1 cm
4,2 cm
Pati
3,7 cm
4 cm





 


B. Pembahasa
Reaksi iodium merupakan hasil pembentukan rantai poliiodida dari reaksi pati dan yodium. Pada amilosa atau bagian rantai lurus dari pati, bentuk heliks terdapat iodium yang menyusunnya menyebabkan warna menjadi ungu kemerahan atau ungu pekat. Amilopektin atau bagian bercabang pada pati, bentuk heliks lebih pendek dan molekul yodium tidak dapat menyusunnya dan menyebabkan warna menjadi kuning atau oranye. Seperti pati yang dipecah atau dihidrolis menjadi unit karbohidrat yang lebih kecil, warna ungu tidak diproduksi. Oleh sebab itu, uji iod dapat menentukan penyelesaian hidrolisis ketika perubahan warna tidak terjadi (Sumardjo 2006).
Iodium berfungsi sebagai pendeteksi adanya kandungan amilum atau amilosa pada sampel yang ditunjukkan dengan timbulnya warna biru atau ungu pekat. Iodium encer digunakan sebagai pereaksi dalam uji Iod. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tepung ubi kayu menghasilkan warna ungu pekat dan tepung ubi gadung menghasilakan warna ungu begitu juga dengan tepung ganyong hasil reaksinya menunjnukkan perubahan warna yang sama seperti ubi gadung, lain halnya dengan tepung tapioka hasil reaksinya menunjukkan warna ungu muda. Tepung ubi kayu, tepung ubi gadung dan tepung ganyong mengandung amilosa sehingga menunjukkan hasil positif, sedangkan tepung tapioka hanya mengandung sedikit amilosa sehingga menunjukkan warna ungu muda. Amilum dengan iodine dapat membentuk kompleks ungu, sedangkan dengan glikogen akan membentuk warna merah. Oleh karena itu uji iod ini juga dapat membedakan amilum dan glikogen (sunita, 2006).
Fermentasi dilakukan dengan cara menambahkan ragi kedalam larutan gula, dimana enzim akan menguraikan karbohidrat menjadi etanol dan CO2. Uji Fermentasi memerlukan suasana aerob sehingga karbohidrat oleh ragi akan dicerna dan diubah bentuknya menjadi etil alkohol (C2H5OH) serta gas karbondioksida. gas CO2 yang dihasilkan ragi lebih cepat terjadi pada monosakarida, khususnya glukosa. Hal ini menunjukkan bahwa monosakarida lebih reaktif dari disakarida ataupun polisakarida. Pati dan disakarida lainnya merupakan molekul yang relatif lebih besar dibandingkan dengan monosakarida sehingga kemampuan ragi untuk mencerna dan mengubah pati tersebut menjadi etil alkohol dan karbon dioksida lebih banyak memerlukan energi dan waktu yang lebih lama, bahkan tidak menghasilkan gas karbondioksida pada pati. Sehingga Glukosa dan fruktosa yang merupakan monosakarida dapat menghasilkan gas karbondioksida lebih banyak dibadingkan dengan maltosa dan pati yang merupakan disakarida atau polisakarida (Hamdan 2007).

F. KESIMPULAN
1.      Reaksi iodium merupakan hasil pembentukan rantai poliiodida dari reaksi pati dan yodium
2.      Tepung ubi kayu, ubi gadung, dan tepung ganyong mengandung banyak amilosa sehingga ketika direaksikan dengan iodium menghasilkan warna ungu
3.      Uji fermentasi yang menggunakan ragi dapat mencerna dan merubah karbohidrat menjadi etil alkohol dan gas karbondioksida
4.      Monosakarida lebih reaktif dari disakarida ataupun polisakarida
5.      Pati dan disakarida lainnya merupakan molekul yang relatif lebih besar dibandingkan dengan monosakarida sehingga kemampuan ragi untuk mencerna dan mengubah pati tersebut menjadi etil alkohol dan karbon dioksida lebih banyak memerlukan energi dan waktu yang lebih lama, bahkan tidak menghasilkan gas karbondioksida pada pati





















DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. 2003. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Gramedia, Jakarta.
Hamdan. 2007.Petunjuk Praktikum Biokimia Laboratorium Dasar Universitas Trunojoyo.
Handini. 2009.Karbohidrat Pada Uji Kualitatif. Bandung.
Schieberle, P., Grosc W. And Belitz,H.D. 2004. Food Chemistry, 3d ed Springer, Garching.
Setiawan, Dedi. 2004. Karbohidrat sebagai sumber energi. Erlangga.
Slavin, J.L. 2003. Sports nutrition. Food Safety Handbook, Schmidt RH, Rodrick GE, eds, Wiley, pp 627-640.
Sumardjo Damin. 2006. Pengantar Kimia Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran. Jakarta : penerbit Buku Kedokteran EGC
Sunita, Almatsier. 2006. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama


Tidak ada komentar:

Posting Komentar