Rabu, 24 Oktober 2012

INOKULASI DAN PERHITUNGAN MIKROBA



INOKULASI DAN PERHITUNGAN MIKROBA







 




Oleh :
IMFRANTONI PURBA
05111003014






TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2012
A. PENDAHULUAN
Teknik yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme pada media agar memungkinkannya tumbuh dengan agak berjauhan dari sesamanya, juga memungkinkan setiap selnya berhimpun membentuk koloni, yaitu sekelompok massa sel yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Bahan yang diinokulasikan pada medium disebut inokulum, dengan menginokulasi medium agar nutrien (nutrien agar) dengan metode agar tuang atau media agar sebar, sel-sel mikroorganisme akan terpisah sendiri-sendiri. Setelah inkubasi, sel-sel mikroba individu memperbanyak diri secara cepat sehingga dalam waktu 18 sampai 24 jam terbentuklah massa sel yang dapat dilihat dan dinamakan koloni. Koloni dapat terlihat oleh mata telanjang. Setiap koloni merupakan biakan murni satu macam mikroorganisme (Pelczar dan Chan, 2007).
Suatu jenis koloni mikroba yang terpisah dari koloni campurannya akan lebih mudah  untuk diamati. Selain itu teknik untuk memisahkan dan mendapatkan koloni tunggal serta pemeliharannya terdapat beberapa jenis. Teknik-teknik tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Beberapa cara dapat dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri yang terdapat pada bahan pemeriksaan. Cara yang paling sering digunakan adalah cara penghitungan koloni pada lempeng pembiakan (plate count) atau juga  dapat dilakukan penghitungan langsung secara mikroskopis  (Burrows, 2004).
            Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan suatu hal yang penting untuk diketahui. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba sangat penting di dalam mengendalikan mikroba. Berikut ini faktor-faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba, suplai energi, suhu/temperatur, keasaman atau kebasaan (ph), ketersediaan oksigen (Suriawiria, 2005):
            Metode tebar/ sebar yaitu Setetes inokolum diletakan dalam sebuah medium agar nutrien dalam cawan petridish dan dengan menggunakan batang kaca yang bengkok dan steril. Inokulasi itu disebarkan dalam medium batang yang sama dapat digunakan dapat menginokulasikan pinggan kedua untuk dapat menjamin penyebaran bakteri yang merata dengan baik. Pada beberapa pinggan akan muncul koloni koloni yang terpisah-pisah. Metode tuang  Isolasi menggunakan media cair dengan cara pengenceran. Metode tuang ini dilakukan dengan cara nutrient agar terlebih dahulu di tuang lalu diberi mikroba (Prescott, 2003).



B. TUJUAN
             Untuk mengetahui cara memindahkam mikroorganisme dari media lama ke media baru dan menghitung jumlah koloni mikroba dari mikroorganisme


















C. BAHAN DAN ALAT
            Alat-alat  yang  digunakan   antara lain sebagai berikut ; 1) beaker glass, 2) cawan petri, 3) gelas ukur, 4) laminar flow, 5) magnetic stir, 6) pipet micro, 7) pipet tetes, 8) rak tabung reaksi, 9) tabung reaksi, dan 10) triangle
            Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah: 1) alkohol, dan 2) mikrobia.
D. CARA KERJA
            Cara kerja yang harus dilakukan pada praktikum inokulasi dan perhitungan mikroorganisme ini adalah  dengan cara metode tuang yaitu:
1. Agar dimasak didalam erlemeyer sebanyak 3,64 gr dan ditambah 130 ml aquadest, tunggu sampai agak mendidih.
2. Isi 7 buah tabung reaksi dengan aquadest sebanyak 9 ml. Ambil 1 ml dari tabung pertama lalu pindahkan ke tabung kedua dan seterusnya sampai tabung terakhir.
3.
Mikroba dituang ke cawan petri sebanyak 1 ml dari tabung reaksi hasil pengenceran 10-5, lalu beri nutrient agar. Ratakan dengan menggunakan triangle yang sudah dipanaskan.
4. Lakukan langkah ketiga untuk tabung 7 dengan kode 10
-6.
5. Cawan ditutup dengan kertas wrap dan dimasukkan ke inkubator.




E. HASIL DAN PEMBAHASAN
            Hasil dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
Tabel
No.
Pengenceran mikrobia
Jumlah total koloni
1
105
160
2
106
240

























B.    Pembahasan
            Mikroorganisme yang digunakan pada praktikum inokulasi dan perhitungan mikroba,  mikroba yang ditanam yaitu Acetobacter cillinium. Acetobacter cillinium adalah bakteri yang digunakan dalam pembuatan nata de coco. Percobaan ini menggunakan nutrien agar sebagai media. Nutrien agar yaitu suatu media yang digunakan sebagai tempat pengembangbiakan dan sebagai sumber nutrisi bagi mikroba. Untuk membuat 1 liter media maka dibutuhkan 28 gr nutrient agar. Praktikum ini menggunakan kisaran 300 sel mikroba, sehingga sebelum mikroba dituang ke media agar maka terlebih dahulu diencerkan, pada praktikum ini digunakan mikroba hasil pengenceran 10-5 dan 10-6.
Bahan yang digunakan yaitu NA untuk media prtumbuhan bakteri, alcohol 70% sebagai bahan untuk pengkondisian aseptis, kapas, erlenmenyer saat pembuatan media NA, koran untuk membungkus cawan petri sebelum di inkubasi dalam incase, dan tali sebagai pengikat cawan petri seblum dilakukan inkubasi.
Kelompok 1 dan kelompok 2 melakukan proses penanaman agar tuang, sedangkan kelompok 3 dan 4 melakukan proses penanaman agar sebar. Penanaman agar tuang yaitu dilakukan dengan cara menyiapkan media terlebih dahulu kemudian bakteri Acetobacter cillinium dimasukkan ke dalam cawan petri setelah bakteri Acetobacter cillinium dituang lalu diberi nutrient agar. Penanaman agar sebar yaitu terlebih dahulu nutrient agar dituang dan setelah itu baru diberi mikroba yaitu Acetobacter cillinum. Penanaman agar tuang yang dimasukkan ke dalam cawan petri sebanyak 1 ml suspensi, dimana mikroba sudah  mengalami pengenceran sebesar 10-5 dan 10-6. Tujuan dari pengenceran tersebut adalah untuk memaksimalkan pertumbuhan dan penggunaan mikroba pada cawan petri.
Perhitungamn koloni bakteri dilakukan dengan cara membagi empat cawan petri sama rata, lalu kemudian dihitung berapa banyak koloni yang terlihat pada cawan petri. Setelah diperoleh maka perhitungan yang ¼ tadi dikalikan dengan 4 agar diperoleh berapa banyak koloni bakteri yang terdapat pada cawan petri. Hasil menunjukkan koloni bakteri pada pengenceran 10-5 sebanyak 160 koloni sedangkan pada pengenceran 10-6 sebanyak 240 koloni.
Hasil perhitungan koloni, didapatkan jumlah hasil koloni yang setelah 48 jam berada pada media dan diinkubasi dalam incase, lalu hasil pengamatan menunjukkan adanya koloni bakteri terlihat dari tutup cawan petri, koloni tersebut terlihat berwarna putih. Dari hasil diperoleh bahwa koloni mikroba terlihat lebih banyak pada cawan petri hasil pengenceran 10-6 daripada pengenceran 10-5.
F. KESIMPULAN
     Kesimpulan pada praktikum kali ini adalah :
1.      Nutrien agar yaitu suatu media yang digunakan sebagai tempat pengembangbiakan dan sebagai sumber nutrisi bagi mikroba.
2.      Percobaan dilakukan dengan 2 metode yaitu agar tuang dan agar sebar
3.      Agar tuang yaitu didalam cawan petri terlebih dahulu mikroba dituang setelah itu baru diberi nutrient agar, sedangkan agar sebar yaitu nutrient agar dituang lalu diberi mikroba
4.      Isolasi  mikroorganisme dilakukan dengan teknik dilusi atau pengenceran, dimana hasil dari teknik ini adalah 6 sampel, yaitu 10-1 - 10-6  pengenceran.
5.      Pengenceran dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan dan penggunaan mikroba pada cawan petri.































DAFTAR PUSTAKA
Burrows, W., J.M. Moulder, and R.M. Lewert. 2004. Texbook of Microbiology. W.B. Saunders Company, Philadelphia.
Pelczar, M. J., Chan, E.C.S. 2007. Elements of Microbiology. Mc Graw Hill Book Company. New York.
Prescott, L.M. 2003. Microbiology 5th edition. Mc Graw Hill. New York
Suriawiria, U. 2005. Mikrobiologi Dasar. Papas Sinar Sinanti, Jakarta.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar