Kamis, 25 Oktober 2012

laporan mikum pengenalan alat dan mikroskop



Pengenalan Alat dan Mikroskop











Oleh :
IMFRANTONI PURBA
05111003014







TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2012
A. PENDAHULUAN
            Dalam melaksanakan praktikum, biasanya para praktikan akan melakukan perhitungan dan pengukuran. Dalam hal ini, maka ketelitian praktikan adalah hal yang penting, yang dapat menentukan hasil akhir dari praktikum. Hal pertama yang harus diperhatikan agar dapat meningkatkan ketelitian adalah kita harus memperhatikan alat yang kita gunakan. Karena alat-alat tersebut memiliki skala yang berbeda-beda, dan tentu saja memiliki tingkat ketelitian yang berbeda pula. Semakin kecil skala alat tersebut maka akan semakin besar tingkat ketelitiaannya. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara kita membaca skala itu sendiri.
        Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah kebersihan dari alat yang akan  digunakan. Kebersihan  dari  alat  dapat  mempengaruhi  hasil   praktikum. Apabila alat yang akan digunakan tersebut tidak bersih, maka akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Contohnya jika pada alat-alat tersebut masih tersisa zat-zat kimia, maka zat tersebut dapat saja bereaksi dengan zat yang kita gunakan sesudahnya dan dapat mengakibatkan kegagalan dalam praktikum.
        Sering kali di dalam laboratorium terjadi kesalahan dalam melakukan percobaan di karenakan para praktikan tidak mengetahui cara dan fungsi dari alat-alat laboratorium. Sebagian besar alat tersebut merupakan alat-alat yang terbuat dari gelas, sehingga memerlukan kehati-hatian dalam menggunakannya. Apabila terjadi kesalahan dalam menggunakan alat-alat tersebut, maka akan mengakibatkan hal yang fatal. Selain terganggunya praktikum, harga dari alat-alat  tersebut juga relatif mahal. Oleh karena itu para praktikan dituntut agar serius dalam praktik agar tidak terjadi kerusakan alat.
        Kesalahan dalam penggunaan alat dan bahan dapat menimbulkan hasil yang didapat tidak akurat dalam hal ilmu statistika kesalahan seperti ini digolongkan dalaam galat pasti. Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum dilaboratorium kimia. Bukan hal yang mustahil apabila terjadi kecelakaan dalam laboratorium karena kesalahan dalam pemakaian atau penggunaan alat-alat dan bahan yang digunakan dalam melakukan suatu praktikum yang berhubungan  dengan bahan kimia yang berbahaya. Disamping itu, pemilihan jenis alat yang akan digunakan dalam penelitian disesuaikan dengan tujuan penelitian. Agar penelitian berjalan lancar.


B. TUJUAN
             Untuk mengetahui fungsi dan cara penggunaan alat-alat praktikum mikrobiologi umum.











C. BAHAN DAN ALAT
              Alat-alat  yang  digunakan   antara lain sebagai berikut ; 1) erlenmeyer, 2) beaker glass, 3) tabung reaksi, 4) pipet tetes, 5) tri anggel,  6) jarum ose, 7) cawan petri, 8) bunsen,  9) pipet mikro, 10) tip, 11) autoclave, 12) laminar flow, 13) inkubator, 14) fortex, 15) magnetik stiver, 16) koloni counter, 17) mikroskop.

D. CARA KERJA
            Cara kerja yang harus dilakukan pada praktikum pengenalan alat ini adalah  dengan cara:
1. Alat-alat terlebih dahulu dipersiapkan
2. Kemudian alat-alat yang telah dipersiapkan diterangkan oleh asisten, tentang nama alat, fungsi dan cara penggunaannya. Sehingga tidak terjadi kesalahan pada praktikum selanjutnya, apabila alat-alat tersebut digunakan praktikan pada praktikum selanjutnya.
3. Hasil yang dijelaskan Asisten dicatat dan dipelajari para praktikan


















E. HASIL DAN PEMBAHASAN
Beberapa alat yang sering digunakan untuk melakukan praktikum di dalam laboratorium adalah sebagai berikut :
No
Nama Alat
Fungsi
Gambar
1
Erlenmeyer
Untuk tempat analit dalam titrasi larutan.
2
Beaker Glass
Untuk mengaduk, mencampur dan memanaskan cairan
3
Tabung reaksi

Untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil
4
Pipet tetes
Untuk mengambil larutan dalam jumlah yang kecil
5
Triangle
Untuk meratakan mikrobia
6
Jarum Ose
Untuk memindahkan mikroorganisme.
7
Cawan Petri
Untuk tempat inokulasi mikrobia
8
Bunsen
Sebagai alat pemanas.
9
Pipet Mikro
Untuk mikrobia atau mengambil larutan dalam jumlah kecil.
10
Tip
Untuk memindahkan bairan dengan volume yang terkontrol.
11
Auto Clave
Untuk mensterilisasi media dan alat yang akan digunakan.
12
Laminar flow
Untuk sterilisasi
13
Inkubator
Tempat meletakan mikrobia agar dia tumbuh.
.
14
Vortex Mixer
Untuk menghomogenkan cairan pada botol kecil.
15
Magnetik stiver
Pengaduk otomatis
16
Colony Counter
Untuk menghitung koloni.












17. Mikroskop


1.      Eyepiece / oculars (lensa okuler)
2.       Revolving nosepiece (pemutar lensa objektif)
3.       Observation tube (tabung pengamatan / tabung okuler)
4.        Stage (meja benda)
5.       Condenser (condenser)
6.        Objective lense (lensa objektif) 
7.        Brightness adjustment knob (pengatur kekuatan lampu) Untuk memperbesar dan memperkecil cahaya lampu
8.        Main switch (tombol on-off)
9.        Diopter adjustmet ring (cincin pengatur diopter) Untuk menyamakan focus antara mata kanan dan kiri
10.  Interpupillar distance adjustment knob (pengatur jarak interpupillar)
11.    Specimen holder (penjepit spesimen)
12.    Illuminator (sumber cahaya)
13.    Vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) Untuk menaikkan atau menurunkan object glass
14.    Horizontal feed knob (sekrup pengatur horizontal) Untuk menggeser ke kanan / kiri objek glas
15.    Coarse focus knob (sekrup fokus kasar) Menaik turunkan meja benda (untuk mencari fokus) secara kasar dan cepat
16.    Fine focus knob (sekrup fokus halus) Menaik turunkan meja benda secara halus dan lambat
17.    Observation tube securing knob (sekrup pengencang tabung okuler)
18.    Condenser adjustment knob (sekrup pengatur kondenser) Untuk menaik-turunkan kondenser
B.    Pembahasan
            Alat yang digunakan dalam suatu praktikum kebanyakan terbuat dari gelas, namun tidak sedikit alat-alat praktikum yang terbuat dari bahan lain.
            Ketika melakukan praktikum, kita harus memperhatikan dan mengikuti praktikum sesuai dengan prosedur yang ada, hal ini bertujuan agar menjauhkan kita dari resiko penggunaan zat-zat berbahaya dalam laboratorium. Terdapat banyak alat-alat yang digunakan di laboratorium yang sering digunakan dalam praktikum, yaitu ;.
            Erlenmeyer sebenarnya termasuk dalam labu ukur. Erlenmeyer digunakan sebagai tempat zat yang akan dititrasi. Ukurannya terdiri dari 50 ml hingga 4 liter. Beaker Glass mempunyai fungsi bukan sebagai alat ukur, walaupun mempunyai ukuran, namun gelas beker atau yang disebut juga dengan beker glass  Digunakan sebagai tempat suatu larutan dan dapat juga untuk digunakan memanaskan atau menguapkan (memekatkan) suatu larutan. Adapun ukuran dari gelas beker yaitu 50 ml hingga 6 liter.
            Tabung reaksi, merupakan alat yang digunakan untuk mereaksikan suatu zat kimia dalam jumlah jumlah kecil, dapat juga digunakan untuk memanaskan larutan. Pipet tetes, digunakan untuk memindahkan larutan dengan skala kecil. Pipet tetes tidak memiliki ukuran. Bahannya sangat tipis, sehingga mudah sekali pecah.  Triangle digunakan untuk menyebarkan cairan di permukaan agar supaya bakteri yang tersuspensi dalam cairan tersebut tersebar merata.
            Jarum inokulum (jarum ose) berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke media baru. Jarum inokulum biasanya terbuat dari kawat nichrome atau platinum sehingga dapat berpijar jika terkena panas.  Cawan Petri atau telepa Petri adalah sebuah wadah yang bentuknya bundar dan terbuat dari plastik atau kaca yang digunakan untuk membiakkansel. Cawan Petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya. Bunsen burner digunakan untuk sterilisasi alat inokulasi dengan pembakaran seperti sterilisasi jarum inokulum atau spreader. Untuk memastikan kesterilannya jarum inokulum dibakar sampai membara dan spreader dapat dicelupkan alkohol lalu dibakar.
            Mikropipet digunakan untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 µl. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet, misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1µl sampai 20 µl, atau mikropipet yang tidak bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 µl. dalam penggunaannya, mikropipet memerlukan tip.
Laminar Air Flow Fungsi Laminar Air Flow Laminar Air Flow (LAF) digunakan sebagai ruangan untuk pengerjaan secara eseptis. Prinsip penaseptisan suatu ruangan berdasarkan aliran udara keluar dengan kontaminasi udara dapat diminimalkan. Inkubator digunakan sebagai tempat menyimpan hasil penanaman mikroba. Fortex digunakan untuk mengaduk senyawa kimia yang ada dalam tabung reaksi atau wadah. Magnetik stirer digunakan Untuk menghomogenkan/menyatukan suatu larutan dengan pengadukan.
            Untuk mempermudah penghitungan jumlah koloni bakteri digunakan alat yang biasa disebut Colony Counter. Pada alat Colony Counter, penghitungan jumlah koloni bakteri dipermudah dengan adanya counter electronic. Dengan adanya counter tersebut peneliti tinggal menandai koloni bakteri yang dihitung dengan menggunakan pen yang terhubung dengan counter. Autoclave adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121oC (250oF).
            Dari beberapa alat yang terdapat diatas, masih banyak lagi alat-alat yang digunakan di laboratorium yang belum kita ketahui beserta fungsinya. Alat yang terbuat dari bahan kaca sangat mudah pecah, jadi dalam penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti, agar tidak terjadi kecelakaan kerja saat melaksanakan praktikum.
            Mikroskop adalah alat optik yang terdiri dari dua buah lensa cembung yang digunakan untuk mengamati benda-benda renik (sangat kecil) supaya terlihat lebih besar.
Mikroskop terbagi 3 yaitu mikroskop sederhana, mikroskop monokuler, dan Mikroskop Elektron
Cara kerja nya yaitu :
  • Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
  • Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.
  • Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.
Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal.




F. KESIMPULAN
     Kesimpulan pada praktikum kali ini adalah :
1.      Jenis alat yang paling sering digunakan didalam laboratorium yaitu bahan gelas.
2.    Sebelum melakukan praktikum, perhatikan terlebih dahulu kondisi alat yang akan digunakan, alat harus bersih agar tidak terkontaminasi dengan bahan yang digunakan dalam  praktikum
3.    Gunakan bahan dan alat sesuai dengan prosedur yang telah titentukan supaya tidak terjadi kesalahan yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan kerja.
4.    Tiap alat yang digunakan mempunyai tingkat ketelitian dan fungsi yang berbeda namun saling berkaitan.
5.      Kesalahan praktikan dalam menggunakan alat-alat dapat menghasilkan data yang tidak sesuai.
6.      Dalam menggunakan alat-alat laboratorium harus hati-hati karena hampir semua terbuat dari alat-alat gelas yang tipis dan sangat mudah pecah.






DAFTAR PUSTAKA
Ginting, Tjumin. 2011. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. LDB UNSRI: Indralaya.
Koesmadji. 2008. Teknik Laboratorium. FMIPA UPI : Bandung
Sasmita, Djaka. 2006. Hand Out Teknik Laboratorium Kimia Fisika. Fakultas Pasca Sarjana. Universitas Gajah Mada : Yogyakarta.
Wahyudi. 2011. Pengajaran Metode Sains Melalui Metode Praktik Laboratorium. Laboratorium Kimia SMA YPPI
Khasani, Imam. 2001. Keselamatan Kerja Dalam Laboratorium. Gramedia: Jakarta.
Martoharsono, Soemanto. 2002. Biokimia I. Universitas Gajah Mada: Yogyakarta.
Purba, Michael. 2004. Kimia Untuk SMA Kelas XI. Erlangga: Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar