Rabu, 02 Januari 2013

pengaruh lingkungan terhadap mikroorganisme



PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP MIKROORGANISME











Oleh :
IMFRANTONI PURBA
05111003014






TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2012
A. PENDAHULUAN
Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran atau substansi atau masa zat suatu organisme, seperti kita makhluk makro ini dikatakan tumbuh ketika kita mengalami pertambahan tinggi, besar dan berat. Pertumbuhan pada organisme bersel satu lebih diartikan sebagai pertumbuhan koloni, yaitu bertambahnya jumlah koloni, ukuran koloni yang semakin besar atau subtansi atau massa mikroba dalam koloni tersebut semakin banyak, pertumbuhan pada mikroba diartikan sebagai pertambahan jumlah sel mikroba itu sendiri (Hafsah, 2009).
Untuk pertumbuhan semua mahluk hidup membutuhkan nutrisi yang cukup dan kondisi lingkungan yang mendukung untuk pertumbuhan organisme tersebut termasuk mikroba. Umumnya pertumbuhan bakteri akan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Pengaruh faktor ini akan memberikan gambaran yang memperlihatkan peningkatan jumlah sel yang berbeda dan pada akhirnya memberikan gambaran pula terhadap kurva pertumbuhannya (Sri, 2008).
Bakteri merupakan organisme kosmopolit yang dapat kita jumpai di berbagai tempat dengan berbagai kondisi di alam ini. Mulai dari padang pasir yang panas, sampai kutub utara yang beku kita masih dapat menjumpai bakteri. Bakteri memiliki batasan suhu tertentu untuk bertahan hidup, ada tiga jenis bakteri berdasarkan tingkat toleransinya terhadap suhu lingkungannya: Mikroorganisme psikrofil yaitu mikroorganisme yang suka hidup pada suhu yang dingin, dapat tumbuh paling baik pada suhu optimum dibawah 20oC. Mikroorganisme mesofil, yaitu mikroorganisme yang dapat hidup secara maksimal pada suhu yang sedang, mempunyai suhu optimum di antara 20oC sampai 50oC. Mikroorganisme termofil, yaitu mikroorganisme yang tumbuh optimal atau suka pada suhu yang tinggi, mikroorganisme ini sering tumbuh pada suhu diatas 40oC, bakteri jenis ini dapat hidup di tempat-tempat yang panas bahkan di sumber-sumber mata air panas, pada tahun 1967 di yellow stone park ditemukan bakteri yang hidup dalam sumber air panas bersuhu 93-94oC (Tarigan, 2000).
Kebutuhan mikroorganisme untuk pertumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu: kebutuhan fisik dan kebutuhan kimiawi atau kemis. Aspek-aspek fisik dapat mencakup suhu, ph dan tekanan osmotik. Sedangkan kebutuhan kemis meliputi air, sumber karbon, nitrogen oksigen, mineral-mineral dan faktor penumbuh.Tiap-tiap makhluk hidup itu keselamatannya sangat tergantung kepada keadaan sekitarnya, terlebih mikro organisme. Makhluk halus ini tidak dapat menguasai faktor-faktor luar sepenuhnya hidupnya tergantung kepada keadaan sekelilingnya. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan diri ialah dengan menyesuaikan diri (adaptasi) kepada pengaruh faktor-faktor luar (iqbalali, 2008).
B. TUJUAN
             Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam dan suhu inkubasi terhadap pertumbuhan mikroorganisme.






























C. BAHAN DAN ALAT
Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu 1) autoclave, 2) cawan petri, 3) erlemeyer, 4) inkubator 5) laminar flow, 6) lemari pendingin, 7) pipet mikro, 8) rak tabuung reaksi, 9) tip, 10) vortex.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu 1) Acetobacter xylinum, 2) agar nutrien, 3) aquadest, 4) BAL, 5) yoghurt.


D. CARA KERJA
            Cara kerja yang harus dilakukan pada praktikum pengaruh lingkungan terhadap mikroorganisme  ini yaitu:
A. Perlakuan suhu
     1. Sampel diencerkan sampai 10-4.
2. Media dituang ke 4 cawan petri. Media yang digunakan media agar nutrien.
     3. Ambil sampel yang sudah diencerkan sebanyak 1 ml dengan pipet mikro kemudian
         pindahkan ke cawan yang sudah ada media. Lakukan langkah yang sama untuk tiga
         cawan berikutnya.
     4. Cawan 1 dan 2 dimasukkan ke inkubator dan cawan 3 dan 4 dimasukkan ke lemari
         es.
B. Perlakuan Konsentrasi
     1. Sampel diencerkan sampai 10-4.
     2. Media dituang ke 4 cawan petri. Cawan 1 dan 2 media tanpa garam, sedangkan
         cawan 3 dan 4 media dengan garam 2%.
     3. Ambil sampel yang sudah diencerkan sebanyak 1 ml dengan pipet mikro kemudian
         pindahkan ke cawan yang sudah ada media. Lakukan langkah yang sama untuk tiga
         cawan berikutnya.
     4. Semua cawan dimasukkan ke inkubator.





E. HASIL DAN PEMBAHASAN
            Hasil dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
Tabel 1.Perlakuan Suhu
Kelompok       MO                                          Perlakuan                                Banyak Koloni

I                       Acetobacter xylinum               suhu 300 C                               +++
II                     BAL                                        suhu 300 C                               +
III                    Actobacter xylinum                freezer                                    -
IV                    BAL                                        freezer                                     -

Tabel 2. Perlakuan Konsentrasi
Kelompok       MO                                          Perlakuan                                Banyak Koloni

I                       Acetobacter xylinum               tanpa garam                             +++
II                     BAL                                        tanpa garam                             +++
III                    Acetobacter xylinum               + garam 2%                             +++
IV                    BAL                                        + garam 2%                             ++































B.    Pembahasan
            Lingkungan luar sangat berpengaruh pada pertumbuhan mikroorganisme, mikro orgnasime tidak mungkin mampu merubah lingkungan luarnya sehingga hal terakhir yang dilakukan adalah beradaptasi. Dimana lingkungan yang cocok maka disitulah tubuh dan membentuk koloni. Praktikum pengaruh lingkungan terhadap mikroorganisme ini menggunakan 2 jenis mikro organisme yaitu Acetobakter dan Bakteri asam laktat. Perlakuan yang dilakukan yaitu penambahan garam 2%, tanpa garam, penyimpanan dalam suhu 300C, dan freezer. Perlakuan diberikan pada setiap mikro organisme, sehingga setiap bakteri memiliki 4 perlakuan yang berbeda.
            Pengamatan menunjukkan penambahan garam 2% pada bakteri acetobakter menunjukkan koloni bakteri pada media agar terlihat banyak, sedangkan pada media yang tidak di beri garam hanya dihasilkan sedikit koloni bakteri. Bakteri Acetobakter yang disimpan dalam suhu 300C menunjukkan tidak adanya adanya koloni mikroba, sedangkan pada perlakuan freezer terlihat koloni bakteri yang sangat banyak. Kemungkinan acetobakter adalah mikroorganisme psikrofil yaitu mikroorganisme yang suka hidup pada suhu yang dingin, dapat tumbuh paling baik pada suhu optimum dibawah 20oC karena pada suhu 300C acetobakter tidak ada tumbuh. Mikrobia dapat tumbuh baik pada daerah pH tertentu, misalnya untuk bakteri pada pH 6,5 – 7,5.
            Pertumbuhan bakteri bakteri asam laktat (BAL) dengan berbagai perlakuan menunjukkan pada perlakuan penyimpanan pada suhu 300C dihasilkan kolini bakteri yang banyak, namun pada penyimpanan dalam freezer tidak ada dihasilkan koloni bakteri dalam penyimpanan itu tidak ada pertumbuhan bakteri.Pemberin garam pada BAL menunjukkan jumlah koloni bakteri sangat banyak begitu juga dengan perakuan pada BAL tanpa garm dihasilkan jumlah koloni BAL yang sangat banyak. Setiap bakteri memiliki lingkungan yang berbeda untuk tumbuh.
            Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh berbagai aspek yaitu aspek fisik dan kimia. Aspek-aspek fisik dapat mencakup suhu, ph dan tekanan osmotik. Sedangkan kebutuhan kimia meliputi air, sumber karbon, nitrogen oksigen, mineral-mineral dan faktor penumbuh. Pengaruh faktor ini akan memberikan gambaran yang memperlihatkan peningkatan jumlah sel yang berbeda dan pada akhirnya memberikan gambaran pula terhadap kurva pertumbuhannya.



F. KESIMPULAN
     Kesimpulan pada praktikum kali ini adalah :
1.      Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh berbagai aspek yaitu aspek fisik dan kimia. Aspek fisik yaitu suhu, ph dan tekanan osmotik, aspek kimia meliputi air, sumber karbon, nitrogen oksigen, mineral-mineral dan faktor penumbuh.
2.      Suatu lingkungan yang layak untuk pertumbuhan bakteri akan memberikan gambaran yang memperlihatkan peningkatan jumlah sel yang berbeda dan pada akhirnya memberikan gambaran pula terhadap kurva pertumbuhannya.
3.      Mikroorganisme psikrofil yaitu mikroorganisme yang suka hidup pada suhu yang dingin, dapat tumbuh paling baik pada suhu optimum dibawah 20oC.
4.      Mikroorganisme mesofil, yaitu mikroorganisme yang dapat hidup secara maksimal pada suhu yang sedang, mempunyai suhu optimum di antara 20oC sampai 50oC.
5.      Mikroorganisme termofil, yaitu mikroorganisme yang tumbuh optimal atau suka pada suhu yang tinggi, mikroorganisme ini sering tumbuh pada suhu diatas 40oC.
6.      Lingkungan luar mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme, mikro orgnasime tidak mungkin mampu merubah lingkungan luarnya sehingga mikro organisme harus beradaptasi.
























DAFTAR
Pertumbuhan Bakteri dan Suhu « I q b a l A l i . c o m.htm, http://iqbalali.com /2008/04/21/pertumbuhan_bakteri_dan_suhu/track_back/ (27 November 20012).
Hafsah. 2009. Mikrobiologi Umum. Makassar: UIN Alauddin.
Tarigan, Jeneng.2000. Pengantar Mikrobiologi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Sri Haastuti,Utami.2008. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi.Malang: Universitas Negeri Malang.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar