Rabu, 02 Januari 2013

serelia dan kacang-kacangan

SERELIA DAN KACANG-KACANGAN












Oleh :
IMFRANTONI PURBA
O5111003014





TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2012
A. PENDAHULUAN
            Serelia merupakan biji-bijian dari rumput-rumputan yang merupakan  jenis tumbuhan monokotil. Serelia merupan suber serat yang tinggi, serat sangtat pentying bagi tubuh kartena mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan mampu mengurangi resiko sakit jantung.kandungan gizi yang paling banyak yang terdapat dalam serelia adalah karbohidrat, protein dan vitramin B.  Tanaman serelia yang paling banyak kita kenal yaitu gandum, jagung, sorgum dan padi. Bukti medis menunjukkan dengan mengkonsumsi biji-bijian secara rutin dapat menurunkan resiko terkena serangan jantung, stroke, k      anker dan diabetes (Adisarwanto dalam winda, 2010).
            Mengkonsumsi biji-bijian juga mengurangi resiko obesitas (kegemukan)  yang diukur dengan indeks massa tubuh dan rasio ukuran pinggul dan  mampu menurunkan kadar kolesterol darah. Biji-bijian mengandung fitokimia dan antioksidan. Senyawa fenol termasuk salah satu senyawa fitokimia penting yang memiliki aktivitas antioksidan atau antimutagen. Kacang-kacangan merupakan tanaman dikotil karena biji kacang tersebut berkeping 2, merupakan buah yang bersel tunggal dan berbiji tunggal dengan kulit luar yang sangat keras. Kacang-kacangan juga merupakan sumber protein nabati dan memiliki daya guna yang sangat luas. Kacang-kacangan memiliki struktur yag hampir sama dengan serelia. Kacang-kacangan hanya memiliki sedikit glukosa, fruktosa, tetapi mengandung sedikit rafinosa, stakiosa dan verbakosa (Ahmadi dalam siti, 2012).
            Kacang-kacangan telah lama dikenal  sebagai sumber protein yang saling melengkapi dengan biji-bijian, seperti beras dan gandum. Kacang-kacangan ini juga ternyata sangat potensial yaitu sebagai sumber zat gizi lain selain protein, yaitu mineral, vitamin B, karbohidrat kompleks dan serat makanan. Kerusakan biji pada serealia dan kacang-kacangan selama penyimpanan diakibatkan oleh bermacam-macam sebab. meskipun demikian perubahan itu dapat diperlambat sengan melakukan pengendalian terhadap perubahan utama yaitu kadar air dan suhu, meskipun kondisi penyimpanan yang bebas oksigen juga berguna dalam  hal ini (Koswara dalam siti, 2012).
            Berdasarkan analisis kandungan zat gizi pada setiap jenis pangan, tidak ditemukan satu jenis pangan pun yang mengandung zat gizi lengkap yang mampu memenuhi semua zat gizi yang dibutuhkan manusia. Sehingga setiap jenis makanan itu memiliki nilai gizi yang berbeda sehingga kita seharusnya tidak mengkonsumsi satru jenis makanan saja untuk memenuhi kebutuhan gizi didalam tubuh kita (Triyantini dalam winda, 2010).

B.        TUJUAN
            Untuk mengetahui sifat fisik serelia dan kacang-kacangan.



















C. ALAT DAN BAHAN
        Alat yang digunakan dalam praktikum adalah sebagai berikut: 1) gelas ukur, 2) jangka sorong, 3) pisau, 4) tabung reaksi, 5) timbangan.
        Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah sebagai berikut: 1) beras, 2) jagung pipil, 3) kacang hijau, 4) kacang kedelai, 5) kacang merah, dan 6) kacang tanah.

D. CARA KERJA
            Cara kerja pada praktikum serelia dan kacang-kacangan adalah dengan:
A.
Ukuran
1. Sampel bahan diukur panjang, lebar, dan tebal dengan menggunakan jangka sorong.
2. Hasil pengukuran dicatat.
B. Berat
1. Sampel bahan sebanyak 100 butir ditimbang.
2. Hasil dinyatakan dalam gram/100 butir.
3. Hasil penimbangan dicatat.
C. Densitas Kamba
1. Sampel bahan dimasukkan ke gelas ukur sebanyak 100 ml, kemudian dikeluarkan.
2. Sampel bahan yang sudah dikeluarkan ditimbang.
3. Hasilnya dinyatakan dalam gram/ml.
D. Daya Serap Air
1. Sampel bahan ditimbang sebanyak 2gr, kemudian dimasukkan ke dalam tabung
reaksi dan diisi air sampai sampel bahan terendam.
2. Tabung reaksi dipanaskan selama 15 menit, setelah itu ditimbang lagi.
3. Daya serap air dihitung .
4. Hasil perhitungan dicatat.
E. Rasio Pengembangan
1. Sampel bahan dimasak selama 15 menit, kemudian diukur panjang setelah dimasak.
2. Rasio pengembangan diukur.
3. Hasil perhitungan dicatat.



E. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil
            Hasil dari praktikum pengetahuan bahan tentang serelia dan kacang-kacangan adalah sebagai berikut:
Tabel

No
Nama sampel

Ukuran

Berat (gr/100 butir)
Densitas kamba (gr/ml)
Daya serap air (%)
Rasio Pengembangan


Panjang (cm)
Lebar (cm)
Tebal (cm)




1
Jagung pipil
0,86
0,6
0,31
13,81
85,18
17 %
1,05
2
Kacang hijau
0,5
0,33
0,3
7,06
78,4
17 %
1,4
3
Kacang merah
1,3
0,82
0,53
46,43
63,95
55%
1,3
4
Beras
0,72
0,2
0,14
1,78
83,96
19,4%
1,15
5
Kacang tanah
1,29
0,89
0,55
33,39
58,78
59,37%
1,155
6
Kacang kedelai
1,65
1,6
2,7
15,96
73,62
68%
2,91

















B. Pembahasan
            Percobaan pertama dilakukan yaitu pengamatan ukuran dari masing-masing bahan baik itu serelia maupun kacang-kacangan yang diukur yaitu panjang, lebar, dan tebal masing-masing bahan. Pengukuran digunakan untuk membandingkan ukuran dari setiap bahan itu dan bentuk-bentuk dari setiap bahan itu berbeda. Pengukuran tersebut menunjukkan perbedaan dari ukuran masing-masing bahan termasuk lebar, panjang dan tebalnya. Pengukuran berat dilakukan pada semua bahan tang tersedia dengan perbandingan gr/100 butir dari setiap bahan dari hasil ini kita juga dapat membandingkan perbedaan ukuran sangat mempengaruhi berat bahan tersebut dilakukan dalam 100 butir bahan agar dapat diperoleh hasil rata-ratnya. Jika cuman 1 biji yang dibuat maka kemungkinan perhitungan beratnya tidak terlalu akurat sebab meski satu bahan pastinya ada juga perbedaan ukurannya dari setiap bahan tersebut, sehingga digunakan 100 butir sebagai pembanding dari nilai berat rata-rata bahan.
            Pengukuran densitas kamba yaitu  hasil bagi antara berat bahan dan volume bahan. Dan hasil dari pengukuran densitas kamba diperoleh hasil yang berbeda-beda dari setiap bahan, densitas kamba paling tinggi yaitu terdapat pada biji jagung yaitu sebesar 85,18 %, sedangkan yang paling kecil terdapat pada bahan kacang tanah. Pada pengamatan daya serap air pada suhu 800 C dalam 20 ml air dan berat awal dari setiap bahan adalah 2 gr. Setelah dipanaskan selama 20 menit pada suhu 800 C dari berat semula diperoleh peningkatan massa bahan. Dari data diperoleh persentase daya serap bahan terhadap air yaitu jagung pipil 17%, kacang hijau 17%, kacang merah 55%, beras 19,4%, kacang tanah 59,37% dan kacang kedelai 68%. Daya serap paling tinggi yaitu kacang kedelai sebesar 68%. Penyerapan air oleh bahan dapat mengakibatkan kerusakan bahan misalnya jika beras dimasak melebihi kadar air yang dibutuhkan maka beras tersebut akan berubah menjadi bubur atau menjadi cairan kental. Keadaan ini dapat membuat kita untuk menentukan kadar air untuk memasak setiap bahan itu agar tidak menjadi rusak.
            Pada pengamatan rasio pengembangan, dilakukan perhitungan dengan panjang bahan setelah dimasak dibagikan dengan panjang bahan awal. Masing-masing bahan memiliki nilai rasio pengembambangan yaitu jagung pipi 1.05, kacang hijau 1.4, kacang merah 11.3, beras 1.15, kacang tanah 1,155 dan kacang kedelai 2.91. Daya serap air mempengaruhi berat sampel dari berat awalnya. Pada kacangan-kacangan mempunyai potensial sebagai sumber zat gizi lain selain protein, yaitu mineral, vitamin B, karbohidrat kompleks dan serat makanan. Karena kandungan seratnya tinggi, maka kacang-kacangan juga dapat dijadikan sumber serat.

F. KESIMPULAN
Kesimpulan dari praktikum ini yaitu :
1.      Pengamatan yang dilakukan terhadap serelia dan kacang-kacangan pada praktikum ini yaitu pengamatan struktur dan sifat kacang-kacangan meliputi ukuran, berat,densitas kamba, daya serap dan rasio pengembangan.
2.      Penyerapan air oleh bahan dapat mengakibatkan kerusakan pada bahan misalnya jika beras dimasak melebihi kadar air yang dibutuhkan maka beras tersebut akan berubah menjadi bubur atau menjadi cairan kental atau penyimpanan bahan makanan pada kondisi lembab dapat mengakibatkan tumbuhnya jamur.
3.      Pengukuran berat bahan dilakukan dengan perbandingan gr/100 butir dari setiap bahan dari hasil ini dapat dibandingkan perbedaan ukuran sangat mempengaruhi berat bahan tersebut, dilakukan dalam 100 butir bahan agar dapat diperoleh hasil rata-ratnya.





















DAFTAR PUSTAKA
Winda Haliza, Endang Y. Purwani, dan Ridwan Thahir. 2010. Pemanfaatan kacang-kacangan lokal mendukung diversifikasi pangan1.Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian : Bogor
Siti Aminah dan Wikanastri Hersoelistyorini.2012. Karakteristik kimia tepung kecambah serealia dan kacangkacangan dengan variasi blanching. Teknologi pangan universitas muhammadyah.Semarang.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar